Alasan Guardiola Bertahan Lama di Manchester City

2026-01-17 09:55:04 By Anthem

Gelombang pemecatan manajer kembali mewarnai Premier League pada awal 2026. Di tengah situasi tersebut, Pep Guardiola—yang kini menjadi manajer paling lama menjabat—ikut angkat bicara.

Memasuki tahun 2026, dua klub papan atas Liga Inggris telah mengambil keputusan drastis. Chelsea memutuskan kerja sama dengan Enzo Maresca, sementara Manchester United mengakhiri kebersamaan dengan Ruben Amorim.

Jika ditarik sejak awal musim, daftar manajer yang kehilangan jabatan bahkan lebih panjang. Nama-nama seperti Nuno Espirito Santo, Graham Potter, hingga Ange Postecoglou turut masuk dalam daftar tersebut.

Di tengah kondisi itu, Pep Guardiola masih kokoh memimpin Manchester City. Masa baktinya kini telah mencapai sembilan setengah tahun sejak pertama kali menangani The Citizens pada Juli 2016.

Selama periode tersebut, Guardiola sukses membawa City mendominasi Liga Inggris serta mencatatkan sejarah dengan meraih treble. Secara keseluruhan, ia telah mempersembahkan 18 trofi juara, yang menurutnya menjadi alasan utama mengapa posisinya tetap aman.

“Prestasi, prestasi,” ujar Guardiola singkat ketika ditanya soal kunci kelanggengannya di Manchester City.

“Jika Anda tidak menang, Anda akan dipecat. Jika kami tidak menang, saya juga akan dipecat. Kami meraih banyak gelar, itulah sebabnya saya masih berada di sini. Tidak ada rahasia lain,” lanjutnya.

Guardiola menambahkan bahwa di klub lain, hasil buruk musim lalu mungkin sudah membuatnya kehilangan jabatan. Namun, pencapaian besar di masa lalu membuat manajemen City lebih bersabar.

“Kami sempat menjalani tiga bulan yang sangat buruk. Tapi masa lalu kami luar biasa, dan itu yang membuat saya masih di sini,” kata Guardiola seperti dikutip BBC.

Di bawah Guardiola, Mikel Arteta menjadi manajer terlama berikutnya di Premier League dengan masa kerja sekitar enam tahun bersama Arsenal. Namun, alasan Arteta bisa bertahan di Emirates Stadium berbeda.

Meski baru mempersembahkan satu trofi utama berupa Piala FA serta dua gelar Community Shield, Arteta dinilai sukses membangun kembali kekuatan Arsenal. The Gunners kini konsisten bersaing dalam perebutan gelar Liga Inggris dalam tiga musim terakhir.

EMASPUTIHTOTO